Minggu, 18 Oktober 2026

10 prompt AI buat bikin LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Semua Mapel Semua Kelas & Jenjqng‼️👇

 **1. LKPD Dasar Lengkap**

```
Buatkan LKPD untuk mapel [mapel], kelas [kelas], materi [topik]. Sertakan: identitas siswa, tujuan pembelajaran, petunjuk pengerjaan, 5 soal (kombinasi isian singkat dan uraian), serta kolom refleksi siswa. Bahasa disesuaikan usia anak kelas [kelas].
```
**2. LKPD Berbasis Masalah (HOTS)**
```
Buatkan LKPD [mapel] kelas [kelas] materi [topik] dengan pendekatan Problem Based Learning. Sertakan 1 studi kasus/masalah kontekstual sehari-hari, lalu 4 pertanyaan pemandu berpikir kritis (HOTS) yang mengarah ke pemecahan masalah tersebut.
```
**3. LKPD Praktikum/Eksperimen**
```
Buatkan LKPD praktikum [mapel] kelas [kelas] materi [topik]. Sertakan: tujuan percobaan, alat & bahan, langkah kerja bernomor, tabel hasil pengamatan, dan pertanyaan analisis hasil.
```
**4. LKPD Diskusi Kelompok**
```
Buatkan LKPD diskusi kelompok mapel [mapel] kelas [kelas] materi [topik] untuk 4-5 siswa per kelompok. Sertakan pembagian peran, poin diskusi, dan lembar kesimpulan kelompok yang dipresentasikan.
```
**5. LKPD Bergambar/Visual (SD)**
```
Buatkan LKPD [mapel] kelas [kelas SD] materi [topik] dengan gaya visual, banyak ruang untuk menggambar/mewarnai, soal sederhana bergambar, cocok untuk anak usia dini yang belum lancar membaca panjang.
```
**6. LKPD Proyek Mini**
```
Buatkan LKPD proyek mini mapel [mapel] kelas [kelas] materi [topik], durasi pengerjaan 1 minggu. Sertakan tahapan proyek, rubrik penilaian sederhana, dan lembar laporan hasil proyek siswa.
```
**7. LKPD Diferensiasi (Kurikulum Merdeka)**
```
Buatkan LKPD [mapel] kelas [kelas] materi [topik] dengan 3 level soal berbeda (mudah, sedang, sulit) untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang beragam sesuai prinsip pembelajaran berdiferensiasi.
```
**8. LKPD Numerasi/Literasi Terintegrasi**
```
Buatkan LKPD [mapel] kelas [kelas] materi [topik] yang mengintegrasikan kemampuan literasi (membaca teks pendek) dan numerasi (soal hitung sederhana) dalam satu lembar kerja.
```
**9. LKPD Evaluasi Akhir Bab**
```
Buatkan LKPD evaluasi akhir bab mapel [mapel] kelas [kelas] materi [topik]. Sertakan 10 soal pilihan ganda, 5 soal isian, dan 2 soal uraian, lengkap dengan kunci jawaban.
```
**10. LKPD Kontekstual Lokal**
```
Buatkan LKPD [mapel] kelas [kelas] materi [topik] dengan contoh dan ilustrasi soal yang diambil dari kehidupan sehari-hari/lingkungan lokal Indonesia, agar siswa lebih mudah relate dengan materi.
```

 

30 Prompt AI untuk Membuat Soal Ulangan Otomatis bagi Guru

Berikut 30 prompt siap salin dan tempel ke ChatGPT atau AI lainnya untuk membantu guru membuat soal ulangan. Mulai dari pilihan ganda, isian, benar-salah, uraian, hingga soal HOTS yang melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik.
A. Prompt soal pilihan ganda
1. Membuat 20 soal pilihan ganda
Untuk ulangan harian semua mata pelajaran.
Bertindaklah sebagai guru profesional. Buatkan 20 soal ulangan pilihan ganda mata pelajaran [MAPEL] kelas [KELAS] dengan materi [MATERI]. Setiap soal memiliki 4 opsi jawaban A-D, satu jawaban benar, kunci jawaban, dan pembahasan singkat. Gunakan bahasa sesuai tingkat perkembangan peserta didik.
2. Soal berdasarkan materi buku
Cocok untuk soal yang sesuai dengan bahan ajar.
Berdasarkan materi buku atau teks yang saya berikan, buat 15 soal pilihan ganda untuk kelas [KELAS]. Pastikan semua soal sesuai isi sumber, tidak menambahkan fakta yang tidak tercantum jika tidak diminta, memiliki opsi yang masuk akal, dan dilengkapi kunci jawaban serta rujukan bagian materi.
3. Soal dengan tingkat kesulitan bertahap
Buat 20 soal pilihan ganda materi [MATERI] kelas [KELAS], terdiri atas 5 soal mudah, 10 soal sedang, dan 5 soal sulit. Berikan 4 opsi jawaban yang setara, hindari jawaban ambigu, lalu sajikan kunci jawaban terpisah beserta alasan singkat.
4. Soal pilihan ganda berbasis bacaan
Buat satu teks bacaan sesuai tingkat kelas [KELAS], kemudian susun 10 soal pilihan ganda yang menguji pemahaman isi, gagasan utama, informasi tersurat, informasi tersirat, kosakata, dan kesimpulan. Sertakan kunci jawaban dan bukti jawaban berdasarkan teks.
5. Soal pilihan ganda kontekstual
Buat 15 soal pilihan ganda kontekstual untuk mata pelajaran [MAPEL], kelas [KELAS], materi [MATERI]. Gunakan situasi nyata di rumah, sekolah, lingkungan, atau masyarakat. Uji pemahaman dan penerapan konsep, bukan sekadar hafalan. Sertakan kunci dan pembahasan.
6. Soal pilihan ganda dengan kisi-kisi
Berdasarkan kisi-kisi berikut: [TEMPELKAN KISI-KISI], buat soal pilihan ganda sesuai indikator, tujuan pembelajaran, materi, dan level kognitif yang ditentukan. Buat tabel pemetaan nomor soal terhadap indikator, 4 opsi jawaban, kunci jawaban, dan pembahasan. Jangan membuat soal yang keluar dari kisi-kisi.
B. Prompt soal isian singkat
7. Soal isian singkat
Buat 15 soal isian singkat untuk mata pelajaran [MAPEL], kelas [KELAS], materi [MATERI]. Setiap soal harus memiliki jawaban yang jelas dan singkat. Sertakan kunci jawaban dan skor untuk setiap butir.
8. Isian singkat numerasi
Buat 15 soal isian numerasi kelas [KELAS] tentang [MATERI]. Variasikan perhitungan, pola bilangan, pengukuran, dan masalah sehari-hari sesuai jenjang. Sertakan cara penyelesaian, jawaban akhir, dan skor.
9. Isian berdasarkan istilah penting
Identifikasi konsep dan istilah penting dalam materi [MATERI]. Buat 20 soal isian rumpang untuk kelas [KELAS]. Pastikan konteks kalimat cukup untuk menentukan jawaban, sertakan daftar kata jika diperlukan, dan berikan kunci jawaban.
10. Isian kosakata dan pemahaman konsep
Buat 10 soal isian untuk menguji pemahaman kosakata, definisi, fungsi, dan hubungan antarkonsep dalam materi [MATERI] kelas [KELAS]. Hindari pertanyaan yang memiliki banyak jawaban tanpa pedoman penilaian. Berikan kunci serta alternatif jawaban yang dapat diterima.
C. Prompt soal benar–salah
11. Soal benar–salah dasar
Buat 20 pernyataan benar–salah tentang [MATERI] kelas [KELAS]. Seimbangkan jumlah pernyataan benar dan salah. Hindari kalimat ambigu atau petunjuk jawaban yang terlalu mudah. Sertakan kunci jawaban dan koreksi untuk setiap pernyataan yang salah.
12. Benar–salah berdasarkan bacaan
Gunakan teks berikut: [TEMPEL TEKS]. Buat 10 pernyataan benar–salah yang jawabannya harus ditentukan berdasarkan teks, bukan pengetahuan di luar teks. Sertakan kunci dan kutipan atau bagian teks yang mendukung setiap jawaban.
13. Benar–salah untuk miskonsepsi
Buat 15 pernyataan benar–salah mengenai [MATERI] kelas [KELAS] yang menguji konsep penting dan miskonsepsi umum. Setelah kunci jawaban, jelaskan mengapa setiap pernyataan salah perlu diperbaiki. Pastikan konsep ilmiahnya akurat.
14. Benar–salah berbasis kasus
Buat 10 soal benar–salah berbasis kasus kehidupan sehari-hari terkait [MATERI]. Peserta didik harus menilai apakah kesimpulan atau tindakan dalam setiap kasus sudah benar. Sertakan alasan, kunci, dan perbaikan terhadap jawaban yang salah.
D. Prompt soal uraian
15. Soal uraian singkat
Buat 10 soal uraian singkat tentang [MATERI] kelas [KELAS]. Setiap soal menuntut peserta didik menjelaskan konsep dengan kalimat sendiri. Sertakan contoh jawaban ideal dan pedoman penskoran yang jelas.
16. Soal uraian menjelaskan sebab-akibat
Susun 8 soal uraian untuk materi [MATERI] kelas [KELAS] yang meminta peserta didik menjelaskan sebab, akibat, proses, atau hubungan antarkonsep. Berikan jawaban acuan, poin penting yang harus muncul, dan rubrik skor 0–4.
17. Soal uraian pemecahan masalah
Buat 10 soal uraian berbasis masalah nyata untuk mata pelajaran [MAPEL], kelas [KELAS], materi [MATERI]. Minta peserta didik mengidentifikasi masalah, menjelaskan konsep yang digunakan, mengusulkan solusi, dan memberikan alasan. Sertakan alternatif jawaban dan rubrik analitik.
18. Uraian beserta rubrik penilaian
Buat 5 soal uraian materi [MATERI] kelas [KELAS] beserta rubrik penilaian analitik. Tentukan kriteria ketepatan konsep, kelengkapan jawaban, alasan atau bukti, dan kejelasan bahasa. Gunakan skor yang konsisten dan berikan contoh jawaban untuk setiap soal.
E. Prompt soal HOTS (Higher Order Thinking Skills)
19. HOTS level analisis (C4)
Menganalisis informasi, sebab-akibat, dan hubungan.
Buat 10 soal HOTS level C4 (menganalisis) tentang [MATERI] kelas [KELAS]. Sajikan data, teks, tabel, gambar yang dijelaskan secara tekstual, atau kasus singkat. Minta peserta didik membandingkan informasi, menemukan pola, atau menganalisis sebab-akibat. Sertakan kunci dan alasan.
20. HOTS level evaluasi (C5)
Menilai pilihan berdasarkan kriteria atau bukti.
Buat 10 soal HOTS level C5 (mengevaluasi) tentang [MATERI] kelas [KELAS]. Setiap soal menyajikan dua atau lebih pilihan, pendapat, solusi, atau kesimpulan. Minta peserta didik menentukan pilihan terbaik berdasarkan kriteria dan bukti. Sertakan jawaban acuan serta alasan penilaiannya.
21. HOTS level mencipta (C6)
Merancang produk, solusi, atau gagasan baru.
Rancang 5 soal HOTS level C6 (mencipta) untuk kelas [KELAS] pada materi [MATERI]. Minta peserta didik merancang solusi, model, rencana tindakan, atau produk sederhana sesuai usia. Sertakan kriteria keberhasilan dan rubrik penilaian yang memungkinkan beragam jawaban kreatif.
22. HOTS berbasis data dan grafik
Buat 10 soal HOTS berdasarkan tabel, grafik, atau data sederhana tentang [MATERI] kelas [KELAS]. Sediakan data yang konsisten dan cukup untuk menjawab. Uji kemampuan membaca data, membandingkan tren, menarik kesimpulan, dan memberikan alasan. Sertakan kunci dan langkah penalaran.
23. HOTS berbasis studi kasus
Buat 5 studi kasus autentik tentang [MATERI] untuk kelas [KELAS]. Setiap kasus disertai 2–3 pertanyaan HOTS yang meminta analisis masalah, evaluasi alternatif, dan rekomendasi solusi. Pastikan kasus sesuai usia, tidak membutuhkan informasi yang tidak diberikan, dan dilengkapi kunci serta rubrik.
F. Prompt paket ulangan lengkap dan asesmen
24. Paket ulangan lima bentuk soal
Buat paket ulangan lengkap mata pelajaran [MAPEL], kelas [KELAS], materi [MATERI], terdiri atas 10 pilihan ganda, 5 isian singkat, 5 benar–salah, 5 uraian, dan 5 soal HOTS. Sertakan identitas asesmen, petunjuk, alokasi waktu, kunci jawaban, pembahasan, dan pedoman penskoran. Pastikan tidak ada soal berulang.
25. Kisi-kisi dan soal sesuai tujuan pembelajaran
Gunakan tujuan pembelajaran berikut: [TEMPELKAN TP]. Susun kisi-kisi ulangan yang memuat materi, indikator soal, level kognitif, bentuk soal, nomor soal, dan bobot. Setelah kisi-kisi, buat butir soal sesuai pemetaan dan sertakan kunci jawaban serta pedoman penskoran.
26. Membuat dua paket soal berbeda
Buat dua paket ulangan A dan B untuk [MAPEL], kelas [KELAS], materi [MATERI]. Kedua paket harus mengukur kompetensi yang sama, memiliki tingkat kesulitan sebanding, tetapi menggunakan konteks, angka, urutan, atau redaksi berbeda. Sertakan kunci jawaban masing-masing paket.
27. Soal berdiferensiasi
Buat soal asesmen berdiferensiasi untuk materi [MATERI] kelas [KELAS] dalam tiga tingkat: dasar, menengah, dan tantangan. Semua tingkat mengacu pada tujuan pembelajaran yang sama. Sesuaikan kompleksitas bahasa, dukungan petunjuk, dan tuntutan berpikir tanpa mengurangi kompetensi inti. Sertakan kunci dan rubrik.
28. Kunci jawaban dan analisis penilaian
Periksa paket soal berikut: [TEMPELKAN SOAL]. Evaluasi ketepatan materi, kejelasan redaksi, kemungkinan jawaban ganda, kesesuaian level kognitif, dan keadilan penilaian. Perbaiki butir bermasalah, buat kunci jawaban, rubrik uraian, serta tabel skor dan rumus nilai akhir. Jangan mengubah soal yang sudah benar tanpa alasan.
29. Format soal siap cetak
Rapikan soal berikut menjadi naskah ulangan siap cetak ukuran A4: [TEMPELKAN SOAL]. Buat judul, identitas peserta didik, petunjuk pengerjaan, penomoran konsisten, jarak jawaban uraian yang cukup, dan halaman kunci jawaban terpisah. Pertahankan isi soal yang valid dan gunakan bahasa Indonesia baku.
30. Evaluasi kualitas seluruh soal
Bertindaklah sebagai penelaah asesmen pendidikan. Telaah soal berikut: [TEMPELKAN SOAL]. Nilai kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, ketepatan konsep, kejelasan bahasa, tingkat kesulitan, kualitas pengecoh, potensi bias, dan validitas kunci. Sajikan tabel berisi nomor, masalah, alasan, saran perbaikan, dan versi revisi. Tandai butir yang perlu ditinjau guru.
📝Tips untuk guru: Agar soal benar-benar sesuai pembelajaran, tambahkan tujuan pembelajaran, materi yang sudah diajarkan, dan contoh soal yang diinginkan. Selalu periksa kembali kunci jawaban, terutama pada soal HOTS, sebelum soal dibagikan kepada peserta didik.

Minggu, 05 Oktober 2025

Pengimbasan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) untuk jenjang SMP

 Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) untuk jenjang SMP.

 

1. Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) pada Kurikulum Nasional

Mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 yang esensial di era digital.

Tujuan Utama:

  • Membentuk keterampilan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah secara logis, sistematis, dan kreatif.
  • Menciptakan warga digital yang literat, produktif, dan bertanggung jawab.
  • Memberikan keterampilan dalam mengelola dan memanfaatkan data.
  • Mengajarkan cara berkarya melalui koding dan pemanfaatan KA.

Karakteristik Pembelajaran:

  • Kontekstual: Sesuai dengan situasi kehidupan sehari-hari.
  • Fleksibel: Dapat dilaksanakan secara plugged (dengan perangkat) maupun unplugged (tanpa perangkat).
  • Berpusat pada Manusia: Menekankan etika dan menempatkan manusia sebagai fokus utama dalam pengembangan KA.

Posisi dalam Kurikulum:

Mapel KKA adalah mata pelajaran pilihan dari kelas 5 hingga 12, melengkapi mata pelajaran wajib Informatika di jenjang SMP dan SMA1. Pembelajarannya diarahkan untuk membangun keterampilan praktis yang lebih mendalam dibandingkan Informatika.


2. Literasi Algoritma dan Konten Digital

Bagian ini berfokus pada dua pilar utama: pengelolaan data menggunakan berpikir komputasional dan produksi konten digital.

Berpikir Komputasional dalam Pengelolaan Data:

Ini adalah pendekatan logis dan sistematis untuk memecahkan masalah yang terdiri dari empat pilar utama:

  1. Dekomposisi: Memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola. Contohnya, saat menghitung waktu tempuh, masalah dipecah menjadi identifikasi jarak, waktu, jenis jalan, dan kondisi lalu lintas.
  2. Pengenalan Pola: Mengidentifikasi tren atau kesamaan dalam data untuk memberikan informasi berharga. Ini mencakup pembersihan data dari kesalahan seperti duplikasi atau nilai yang hilang.
  3. Abstraksi: Fokus pada informasi yang penting dan mengabaikan detail yang tidak relevan. Contohnya, menghitung kecepatan rata-rata berdasarkan kategori jalan tanpa memperhatikan setiap detail kecil perjalanan.
  4. Algoritma: Mengembangkan langkah-langkah terstruktur untuk menyelesaikan masalah. Contohnya, menyusun instruksi untuk menghitung total waktu tempuh dengan rumus dasar dan menambahkan faktor eksternal seperti kemacetan.

Produksi dan Diseminasi Konten Digital:

  • Produksi Konten: Melibatkan pembuatan berbagai jenis konten (teks, gambar, video) dengan memperhatikan strategi pesan, audiens, dan prinsip desain grafis seperti kesatuan, keseimbangan, dan kontras.
  • Diseminasi Konten: Proses penyebaran konten melalui berbagai platform digital seperti media sosial, blog, dan platform video (YouTube, TikTok) untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

3. Etika dan Risiko Kecerdasan Artifisial

Modul ini membahas secara spesifik

KA Generatif, yaitu model deep learning yang mampu menghasilkan konten baru seperti teks, gambar, atau suara.

Prinsip Kerja:

KA Generatif bekerja berdasarkan model yang dilatih menggunakan data dalam jumlah besar (dataset). Kualitas model sangat bergantung pada kualitas data latihnya. Jika data tidak akurat atau bias, hasilnya juga akan buruk.

Etika dan Risiko:

  • Penyalahgunaan dan Hoaks: Kemampuan KA Generatif untuk menciptakan konten realistis membuka risiko penyebaran informasi palsu atau hoaks.
  • Bias Data: Jika data pelatihan mengandung bias (misalnya, bias gender atau ras), maka hasil yang dikeluarkan oleh KA juga akan bias, menghasilkan keputusan yang tidak adil.
  • Hak Cipta: Muncul tantangan mengenai kepemilikan karya yang dihasilkan oleh KA, karena sebagian besar aturan hak cipta hanya berlaku untuk karya buatan manusia.
  • Deepfake: Ini adalah teknik manipulasi video atau audio menggunakan KA untuk menciptakan konten palsu yang sangat meyakinkan. Penting untuk dapat mengenali ciri-ciri deepfake, seperti kejanggalan pada ekspresi wajah, kedipan mata, atau gerakan bibir.

4. Komunikasi Melalui Tools Kecerdasan Artifisial

Modul ini menjelaskan bagaimana manusia berinteraksi dengan sistem KA melalui berbagai perangkat.

Jenis Perangkat KA untuk Komunikasi:

  • Chatbot: Program yang menjawab pertanyaan pengguna secara otomatis (contoh: ChatGPT, DeepSeek).
  • Asisten Virtual: Membantu pencarian informasi dan pengelolaan jadwal (contoh: Google Assistant, Siri).
  • Penerjemah Otomatis: Memfasilitasi komunikasi antarbahasa (contoh: Google Translate).

Cara Kerja Sistem KA:

Sistem KA bekerja melalui tiga tahap dasar:

  1. Input: Menerima data dari pengguna (teks, suara, gambar).
  2. Proses: Menganalisis data menggunakan algoritma.
  3. Output: Memberikan respons atau hasil yang sesuai.

Klasifikasi dalam KA:

Klasifikasi adalah proses mengelompokkan data ke dalam kategori tertentu. Salah satu metodenya adalah

Supervised Machine Learning, di mana model dilatih menggunakan data yang sudah diberi label (contoh: gambar buah diberi label "apel" atau "jeruk") untuk dapat mengenali dan mengklasifikasikan data baru.


5. Prinsip Pedagogik dalam Pembelajaran KKA

Untuk mengajarkan Koding dan KA secara efektif, guru perlu menerapkan prinsip-prinsip pedagogik modern.

  • Pembelajaran Berbasis HOTS (High Order Thinking Skills): Fokus pada keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, bukan sekadar mengingat atau memahami. Tujuannya adalah agar siswa mampu mentransfer pengetahuan ke situasi baru (

transfer of knowledge), memecahkan masalah (problem solving), serta berpikir kritis dan kreatif.

  • Kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge): Sebuah model yang mengintegrasikan tiga komponen utama pengetahuan guru: Teknologi (TK), Pedagogi (PK), dan Konten (CK). Guru yang efektif mampu memadukan ketiganya untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan memanfaatkan teknologi secara optimal.
  • Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Sebuah pendekatan yang menekankan pemahaman konsep yang bermakna, bukan hafalan. Ini dicapai melalui tiga elemen:
    1. Meaningful Learning: Peserta didik merasa materi relevan dengan kehidupannya.
    2. Mindful Learning: Peserta didik sadar dan terlibat aktif dalam proses belajarnya (metakognisi).
    3. Joyful Learning: Menciptakan pengalaman belajar yang positif dan menyenangkan.

 



























Jumat, 24 April 2015

DR. WARSITO P. TARUNO PENEMU ALAT PENYEMBUH KANKER

Penemuan DR. Warsito P. Taruno
Artikel ini bertujuan untuk sharing kepada yang membutuhkan info terkait alat penyembuhan kanker otak, kanker payudara dan lain-lain semoga bermanfaat.
Salah satu sumber artikel  http://www.ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/14449    dan sumber lain yang disebutkan dibawah artikel.

Info penting yang perlu anda ketahui :
Alat yang ditemukan oleh DR. Warsito P. Taruno belum dikomersialkan, anda yang benar-benar membutuhkan alat ini silahkan ke alamat dibawah ini :

CTECH LABS Edwar Technology
Jl. Hartono Raya R-28, Modernland, Tangerang
TLP. 021-5529930

(Telpon sementara sulit masuk karena terlalu banyak yang telpon sebaiknya anda datang langsung).

Data yang diperlukan:
1. Fotocopy KTP (Ybs dan Wali)
2. Surat pernyataan volunter ingin memakai alat (dikenai biaya pembuatan alat) dan surat rekomendasi dokter.
3. Hasil scan (CT, MRI, PET, USG, dsbnya), keterangannya difotokopi.
4. Fotokopi hasil lab.

Info tambahan:
Lab buka Senin s.d. Jum’at, mulai pukul 9.00 s/d 17.00 dan Sabtu 1/2 hari. Minggu tutup.
Untuk pasien baru datang Senin s.d. Kamis saja. Untuk pasien lama, kontrol sebulan / 2 bln sekali – telp dulu u/ mendaftar di hari senin s/d sabtu.
Awalnya, karir Dr Warsito P. Taruno sebagai peneliti dibangun di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, reputasinya sebagai peneliti cukup diperhitungkan. Dari tangan dinginnya, tercipta sebuah alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara.
Tak sedikit peneliti Indonesia yang lebih suka berkarir dan bekerja di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Sebab, di luar negeri lebih menjanjikan. Tapi, itu tak berlaku bagi Warsito P. Taruno.
Semula, Warsito merupakan salah seorang peneliti Indonesia yang berkarir di Shizuoka University, Jepang. Di kampus tersebut, pria 54 tahun (note: mestinya 45 tahun) itu juga menjadi salah seorang dosen. Selama berada di Jepang, hidup Warsito lebih dari cukup. Apalagi, pemerintah di sana sangat memperhatikan dan menghargai para peneliti.
Tapi, itu semua tak menghalangi tekad Warsito untuk pulang kampung. Dia lantas merintis pendirian Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang bergerak di bidang teknologi penemuan.
Lama-kelamaan, lembaga tersebut berkembang pesat, meski berkantor di ruko di kawasan perumahan Modernland, Tangerang. Sejumlah sistem dan alat berhasil diciptakan Warsito dan kini menjadi incaran dunia internasional.”Saya ingin pulang ke Indonesia dan melakukan riset sendiri,” jelas Warsito ketika ditemui di kantornya, Ctech Labs Edwar Technology, kemarin (29/12).
Kini Warsito dan timnya tengah mengembangkan alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara. Alat tersebut berupa teknologi pemindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis (electrical capacitance volume tomography/ECVT).
Dengan alat tersebut, Warsito yang asli Karanganyar itu menciptakan empat perangkat pembasmi kanker payudara dan kanker otak. Perangkat itu terdiri atas brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, dan breast cancer electro capacitive therapy.
Brain activity scanner dibuat Warsito sejak Juni 2010. Alat tersebut berfungsi mempelajari aktivitas otak manusia secara tiga dimensi. Bentuk alat tersebut mirip helm dengan puluhan lubang connector yang dihubungkan dengan sebuah stasiun data akuisisi yang tersambung dengan sebuah komputer.
Alat itu bisa mendeteksi ada tidaknya sel kanker di otak. “Dengan alat itu, juga bisa dilihat seberapa parah kanker otak yang diderita pasien,” jelas Warsito.
Sementara itu, breast activity scanner diciptakan pada September lalu. Sedikit banyak, dua alat itu memiliki kesamaan, yakni mendeteksi adanya sel kanker di tubuh.
Selain dua alat tersebut, Warsito melengkapinya dengan membuat brain cancer electro capacitive therapy dan breast cancer electro capacitive therapy. Dua alat itu berbasis gelombang listrik statis dengan tenaga baterai. Dua alat tersebut terbukti dapat membunuh sel kanker hingga tuntas hanya dalam waktu dua bulan.
Warsito telah membuktikan keampuhan alat ciptaannya kepada kakak perempuannya yang menderita kanker payudara stadium IV. Terdorong oleh kondisi kakaknya, Suwarni, alumnus Jurusan Teknik Kimia Shizuoka University, Jepang, tersebut menciptakan breast cancer electro capacitive therapy yang berbasis listrik statis.
Bentuk alat tersebut dibuat mirip dengan penutup dada yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam. Penutup dada berwarna hitam itu terhubung dengan sebuah baterai yang bisa di-charge. “Sengaja dibuat mirip dengan penutup dada biar mudah digunakan,” papar Warsito.
Warsito pun mengenakan alat temuannya itu kepada kakaknya selama sebulan. Penutup dada tersebut harus dipakai selama 24 jam. Pada minggu pertama, terlihat efek samping dari alat itu. Namun, efek tersebut tidak sampai menyiksa seperti proses kemoterapi. Hanya, keringat penderita yang menggunakan alat tersebut berlendir dan sangat bau. Urine dan fesesnya (kotoran) pun berbau lebih busuk. Menurut Warsito, hal tersebut menandakan bahwa sel kankernya tengah dikeluarkan.
“Bau busuk itu berasal dari sel kanker yang sudah mati dan dikeluarkan lewat urine, keringat, dan feses. Tapi, si penderita tidak merasakan sakit, hanya gerah,” paparnya.
Temuan Warsito itu ternyata berhasil. Dalam waktu sebulan setelah pemakaian, hasil tes laboratorium menyatakan bahwa kakaknya negatif kanker. Sebulan kemudian, sang kakak dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawa itu.
Untuk brain cancer electro capacitive therapy, suami Rita Chaerunnisa tersebut mencoba mengenakannya kepada seorang pemuda berusia 21 tahun yang menderita penyakit kanker otak stadium lanjut. Bahan dasar yang digunakan mirip dengan breast cancer electro capacitive therapy. Namun, bentuknya disesuaikan dengan bentuk kepala sehingga menyerupai pelindung kepala.
Serupa dengan metode yang diterapkan kepada sang kakak, Warsito mengenakan alat tersebut kepada pemuda itu selama sebulan pada September lalu. Karena alat itu dipakai di kepala, pasien akan merasakan gerah pada bagian kepala.
Pada tiga hari awal pemakaian alat tersebut, tingkat emosi pasien akan meningkat. Setelah itu, muncul gejala-gejala keringat berlendir hingga feses yang baunya lebih nggak enak.
Warsito menceritakan, awalnya pemuda tersebut mengalami lumpuh total. Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur, bahkan tidak mampu menelan makanan. Sel kanker telah menyebar di area pangkal otak penderita itu. Namun, setelah seminggu pemakaian alat tersebut, pemuda itu sudah bisa bangun dari tempat tidur serta menggerakkan tangan dan kaki.
Setelah dua bulan pemakaian, pemuda tersebut sudah dinyatakan sembuh total. “Dua bulan sudah bersih. Sel kankernya sudah hilang,” papar dia.
Setelah keberhasilan dua pasien itu, Warsito menerima banyak pesanan. Bahkan, jumlahnya mencapai ratusan. Saat pesanan membeludak, para staf Warsito terpaksa bekerja ekstrakeras hingga larut malam. Sebab, setiap pasien tidak bisa menggunakan alat yang sama. “Alat terapi itu harus dibuat sesuai dengan kondisi pasien sehingga tidak sama antara satu dan yang lain,” jelasnya.
Karena masih tergolong riset, harga alat terapi itu tergolong sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 1 juta. Saat ini alat pembasmi kanker tersebut telah didaftarkan di Kementerian Kesehatan untuk mendapat izin edar. “Kalau sudah ada izin, bisa segera digunakan oleh masyarakat luas. Harga bisa berubah, tapi pastinya masih terjangkau,” ucap dia.
Keberhasilan Warsito tersebut ternyata juga menjadi perhatian dunia internasional. Salah satu di antaranya, The University of King Abdulaziz, Saudi Arabia. Universitas yang berlokasi di kota Jeddah itu sudah memesan breast activity scanner dan brain activity scanner. “Dan satu lagi alat scanner untuk perminyakan yang menggunakan sistem ECVT 128 channel,” jelasnya.
Sebuah rumah sakit besar di India pun sudah memesan sejumlah alat terapi kanker payudara ciptaan Warsito. “Ya, baru beberapa hari lalu kami melakukan clinical test di India,” imbuh dia.
Sebelum menemukan alat pembasmi kanker payudara dan otak, Warsito sudah dikenal dunia internasional lewat temuannya, yakni sistem ECVT. Sistem ECVT tersebut merupakan tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Shizuoka University, Jepang, pada 1991. Berdasar sistem tersebut, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun tertarik memakai teknologi pemindai temuan Warsito tersebut.
NASA menggunakannya pada pesawat ulang alik. Teknologi tersebut memungkinkan untuk melihat tembus timbunan material di dinding luar pesawat ulang alik. “Kalau ada timbunan air di bagian luar pesawat, dindingnya bisa terbakar,” jelasnya.
Tidak hanya itu. Saat mengajar di Ohio State University pada 2001, dia berhasil mengembangkan tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Paper yang menjelaskannya dimuat di jurnal Measurement Science and Technology. Artikel tersebut menjadi paper yang paling banyak diakses di penerbitan online oleh Institute of Physics (London).
Teknologi tersebut dipatenkan di Amerika pada 2003. Saat masih aktif mengajar dan berkutat dengan sejumlah riset di Ohio State University, Amerika Serikat, Warsito malah memilih pulang ke Indonesia pada 2003. Pilihannya untuk kembali ke tanah air tidak direstui pihak institusi tempatnya mengajar waktu itu. Masih banyak kewajiban yang harus dipenuhi Warsito.
Alhasil, dia pun terpaksa bolak-balik Amerika-Indonesia selama kurun waktu 2003-2006. Pada 2005, Warsito mulai mengajar di Jurusan Fisika Medis Universitas Indonesia.
Namun, pada 2006, pihak Ohio State University yang selama ini mendanai riset Warsito menghentikan aliran dananya. Warsito yang kala itu sudah membangun perusahaan di Indonesia terancam bangkrut. Selama dua tahun dia berupaya menutupi semua biaya risetnya dengan berbagai cara. “Habis-habisan pokoknya,” jelasnya.
Namun, di balik kesulitan finansial yang membelit, Warsito berhasil melakukan sebuah pencapaian. Pada akhir 2007, dia berhasil menciptakan sistem tomografi empat dimensi pertama di dunia. Institusi tempat dirinya bekerja dulu, Ohio State University, langsung tertarik membeli sistem tersebut.
“Tapi, saya maunya mereka membayar 100 persen di muka. Awalnya mereka pikir-pikir. Tapi, setelah saingan mereka Washington State University juga tertarik membeli, mereka langsung oke,” jelasnya.
Dari situ kondisi keuangan Warsito membaik. Tanpa bantuan pemerintah, dia mulai bisa menciptakan temuan-temuan yang lain. Di antaranya, temuan yang dinamakan Sona CT Scanner. Alat tersebut adalah scanner berbasis ultrasonik untuk tabung gas bertekanan tinggi. Alat tersebut merupakan pesanan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.
Berkat sejumlah temuannya, Warsito pernah diganjar beberapa penghargaan. Di antaranya, penghargaan rintisan teknologi industri, Kemenperin; penghargaan inovator teknologi, Kemenristek; hingga penghargaan Achmad Bakrie pada 2009 untuk teknologi.
Ke depan Warsito mengatakan bahwa dirinya ingin memperdalam temuannya. Yakni, alat pendeteksi kanker otak dan payudara. Dia juga akan menciptakan alat terapi untuk segala jenis kanker dengan menggunakan metode gelombang listrik statis. “Fokusnya ke depan ya di tiga itu dulu,” imbuhnya