Senin, 03 Desember 2012

10 TIPS LULUS UJIAN NASIONAL


Dunia sekolah belum lengkap jika belum merasakan dahsyatnya gelombang UN (Ujian Nasional), sebuah kompetensi kurikulum yang menjadi salah satu penentu seorang siswa berhasil melewati jenjang belajar, dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA dan dari SMA menuju gerbang perkuliahan.
Pada kesempatan kali ini, admin akan menyampaikan beberapa tips agar dapat sukses menjalankan dan meraih sukses dalam UN. Berhubung dengan semakin dekatnya para siswa kelas akhir di masing-masing jenjang akan melaksanakan satu uji kompetensi yang menentukan lulus atau tidaknya seorang siswa dari jenjang tersebut. Berikut ini adalah tipsnya
10 TIPS LULUS UJIAN NASIONAL


1. Belajar Maksimal, Namun Tetap Rileks

Cara yang pertama ini adalah sebagai langkah memulai untuk memutar memori pelajaran yang telah tersimpan dalam syaraf otak. Sehingga belajar yang maksimal dan rileks menjadi pekerjaan rutin sebagian siswa yang akan menempuh ujian nasional.

2. Belajar Berkelompok Sebelum Menempuh Ujian

Tips ini sangat efektif jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan fokus. Karena salah satu langkah ini dapat membuat kita lebih mengetahui apa yang telah teman kita ketahui terlebih dahulu dalam bidang tertentu.

3. Membuat Referensi Pelajaran

Pelajaran yang lalu pasti ada saja yang kita lupakan. Resume atau rangkuman adalah salah satu cara untuk mengembalikan semua pelajaran yang kita agak lupa. Bahkan cara ini dapat kita lakukan dalam setiap pelajaran yang kita anggap menyulitkan kita.

4. Mempersiapkan Segala Yang Dibutuhkan Saat Ujian

Alat tulis menjadi hal utama dalam menjalankan ujian. Seperti pensil khusus, papan jalan serta penghapus. Karena tidak mungkin kita dapat sukses melaksanakan ujian tanpa alat tulis.

5. Hindari Pekerjaan Berat

Pekerjaan yang memungkinkan menggangu konsentrasi anda saat menjelang ujian sangat berpengaruh dalam konsentrasi pola pikir anda karena secara langsung otak menyerap dua tenaga yang berlawanan antara memori dan beban.

6. Melakukan Uji Wawasan Diri Sendiri

Tips yang tidak perlu diragukan lagi keampuhannya, karena dengan menguji wawasan anda dalam mata pelajaran yang akan di ujikan dalam UN, akan membuat anda semakin percaya diri ketika menghadapi soal ujian yang sebenarnya.

7. Hindari Cara Melakukan Kecurangan

Banyak cara dalam menempuh kesuksesan dalam ujian. Salah satunya adalah melakukan kecurangan (Mencontek), namun hal ini akan membuat anda bingung dan membuang tenaga karena dengan mencontek pada catatan yang anda buat sebelumnya ataupun anda mencontek kepada teman anda akan butuh membuang memori kerja otak dan tenaga 3 kali lipat dari pada anda mengerjakan dengan usaha dan kemampuan anda sendiri. Jadi, hindari kegiatan contek mencontek dalam pelaksanaan ujian.

8. Berdoa Dan Memohon Agar Pikiran Anda Tenang Dan Terang

Satu hal yang biasa kita lakukan sebelum melakukan aktivitas apaun yakni berdoa. Berdoa atau memohon kepada Tuhan adalah hal yang sangat positif yang dapat menambah rasa percaya diri. So! Jangan lupa anda berdoa sebelum dan sesudah mengerjakan soal ujian.


9. Memohon Restu Kepada Orang Tua, Keluarga, Dewan Guru dan Teman-Teman

Memohon restu kepada semua orang yang telah mendukung kita dapat membuat hati menjadi lebih tenang dan tidak akan merasa tegang ketika menghadapi para pengawas, soal ujian dan kepastian. Salah satu tips ini harus dilakukan oleh siapa saja yang akan menghadapi ujian, karena terbukti ampuh menyalakan rasa tanggung jawab akan jawaban yang telah dijawab.

10. Memperbanyak Ibadah Kepada Allah SWT

Mungkin dari sekian tips, ini adalah tips yang wajib dilakukan. Karena hanya kepada Allah SWT kita pasrah dan menyerahkan segalanya kepada-Nya. Bahkan keajaiban yang akan di munculkan oleh Allah SWT kepada siapa yang taat dan patuh serta selalu menyebut nama-Nya.


Demikianlah beberapa tips yang dapat kami sampaikan khususnya kepada para siswa yang akan melaksanakan ujian nasional tahun pelajaran 2011/2012 dan umumnya kepada kita semua. Tiada maksud untuk menggurui melainkan hanya saling menasehati. Dan kami ingatkan kembali, bahwa kesuksesan dalam suatu pekerjaan apapun tidak akan dapat diraih tanpa doa, usaha, yakin serta ikhtiyar yang maksimal.
SELAMAT MERAIH KESUKSESAN

Minggu, 02 Desember 2012

3x Setengah Menit buat hidup

Sering kali terjadi seseorang siang nya masih sehat walafiat, tetapi malam nya meninggal. Tidak jarang kita mendengar cerita orang, kemarin saya masih ngobrol dengan dia, kenapa tiba-tiba dia meninggal? Penyebabnya adalah ketika bangun malam untuk kekamar mandi sering dilakukan secara terlalu cepat. Begitu berdiri, otak kekurangan darah. Mengapa perlu "3 x Setengah Menit"? Karena pola ECG (Electro Cardiogram) seseorang normal pada siang hari, tetapi bangun tengah malam untuk melaksanakan hajat tiba-tiba gambar ECG itu dapat berubah? Karena dengan tiba2 bangun, otak akan menjadi anaemic, dan mengalami gagal jantung karena kekurangan darah.Dianjurkan oleh para ahli untuk menjalankah "3 kali Setengah-menit", yakni:

1. Bila terbangun jangan langsung turun dari tempat tidur, tetapi berbaringlah selama setenga menit;
2. Duduk ditempat tidur selama setengah menit; 
3. Turunkan kaki, duduk ditepi ranjang selama setengah menit 


Selewat 3x Setengah-menit yang dilakukan tanpa harus membayar sesen pun, otak tidak akan anaemic, dan jantung tidak akan mengalami kegagalan, mengurangi kemungkinan jatuh dan meninggal ketika bangun tengah malam seperti yang sering kita dengar. 

Pernah setelah membaca tulisan ini, seorang usia lanjut menangis menyesali kenapa tidak mengetahui hal ini jauh2 hari. Dua tahun lalu dia bangun tengah malam untuk buang air kecil, dikamar mandi tiba2 terasa dunia berputar dan jatuh, akibatnya dia sekarang mengalami kelumpuhan dan tidak bisa meninggalkan tempat tidur, punggungnya mengalami luka2 dikubitus.. Kalau saja dia mengetahui hal ini, tidak harus menderita selama ini. 

Ini pengetahuan kecil tapi manfaatnya luar biasa

Kamis, 29 November 2012

Kejamnya Hidup Ini


Beberapa hari yang lalu saya mendengar berita tentang seorang teman yang tega menjual temannya sendiri sebagai pelacur. Dia beralasan bahwa itu dia lakukan semata-mata karena ingin membantu temannya sendiri. Bukan itu saja yang saya kagetkan melainkan yang dijual oleh temannya sendiri kali ini adalah seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku SMK.

Si korban yang juga masih temannya sendiri ini mengaku bahwa dirinya memang butuh uang untuk biaya hidupnya. Memang Negara ini sudah tidak menjamin lagi kesejahteraan para warganya, sampai-sampai seorang pelajar mau menjual dirinya kepada tante-tante girang.

Polisi berhasil mengamankan korban berkat laporan warga yang yang sudah resah dengan ulah tersangka yang kerap menjual para remaja sebagai pelacur. Tersangka yang berprofesi sebagai montir dalam sehari-hari ini mampu meraup untuk 40% dari hasil menjual temannya sendiri ini. Polisi juga mengamankan barang bukti uang tunai sebesar 500 ribu rupiah yang merupakan bayaran dari sang pelanggan.

Wah memang sudah sadis banget dunia ini teman tega menjual temannya sendiri hanya karena uang dan keuntungan, tidak ada lagi yang menganggap moral sebagai landasan hidup mereka. Kurangnya perhatian pemerintah akan dunia para remaja juga sebagai alasan utama masih adanya prostitusi dibawah umur sampai anak sekolahan bisa masuk dalam dunia gelap seperti itu.

Belum lagi juga masih banyaknya tempat-tempat seperti hotel-hotel yang kurang mengadakan pengawasan masuk kamar yang menyebabkan maraknya penjual remaja untuk memuaskan nafsu orang orang bejat itu. Oleh sebab itu peran masyarakat sebagai lapisan pelindung para remaja juga di perlukan dalam hal ini.

Bukan itu saja peran orang tua juga amat diperlukan dalam hal edukasi masalah-masalah seperti ini. Seperti memberikan kemantapan iman, edukasi seks dan selalu menuntun anak dalam hal pergaulan mereka. Jangan orang tua sibuk sendiri dengan pekerjaan mereka sampai- sampai anaknya sendiri tidak diperhatikan.

Dari kejadian prostitusi ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa memang masih ada hal-hal yang lebih penting dalam dunia ini tidak sekedar omong-omong politik yang gak jelas, kejujuran para dewan yang juga tidak bisa dipercaya dan antek-anteknya yang masih saja membuat Negara ini amat ruwet. Ingat nasib bangsa ini nanti juga akan diperjuangkan oleh para remaja lho. Saat ini nasib Negara dan remaja dipertaruhkan. Kalau masih saja ribet gini mau jadi apa Negara kita yang kita cintai ini.

Tangisan untuk indonesiaku.

Lisna, Kisah Anak Jujur Sejati

Lisna diary, menarik perhatian saya untuk membacanya. Saya pun berhenti lama untuk memaknai salah satu curahan hatinya, “AKU ANAK JUJUR”. 

Lisna bercerita lewat ungkapan kata penuh kepolosan layaknya anak kelas 5 SD, “Kemarin aku ulangan Matematika soalnya susah bangeeet tapi aku berusaha menghitung dengan ditel tapi banyak teman-teman yang dikasih tau sama guru. Soalnya agak susah tapi aku nggak mencontek mungkin aku jarang belajar aku terlalu banyak main walaupun soalnya susah aku tidak mencontek mungkin nilainya kecil tapi aku tetap bangga karna hasil belajarku sendiri tanpa mencontek sama siapapun. Aku tetap jujur karena lebih baik jujur aku kemarin sebenarnya susah capek dan pusing tapi aku tetap jujur karna aku anak jujur yang sejati”.

Ironi. Siswa jujur harus berhadapan dengan oknum guru yang curang. Mestinya, guru mendidik siswanya untuk jujur. Ternyata, tak ada jaminan orang dewasa bisa bersikap lebih jujur ketimbang anak-anak. 

Tempo hari, Alif, kisah anak jujur lainnya dari Surabaya yang tengah marak diperbincangkan dalam pemberitaan di media masa. Karena sikap jujurnya, Alif dan keluarganya menjadi buruan orang-orang yang merasa terganggu kepentingannya. 

Di Indonesia, orang jujur dianggap berbahaya. Diamnya saja sudah berbahaya, apalagi jika buka suara mengungkap keborokan yang terjadi di lingkungannya. Alamak, inilah nasib orang jujur di negeri bumi pertiwi.

Apa yang tertulis di catatan harian Lisna memunculkan tanda tanya besar. Mengapa sekolah bisa jadi panggung pertunjukan kecurangan? Ingat, tak ada akibat tanpa sebab. Berapa banyak orang tua dan guru di hari ini yang selalu berpesan kepada anak-anaknya, “Jangan curang, nak!", “Jangan korupsi, nak!”, “Berlakulah jujur, nak!”. Sementara, di saat bersamaan, mereka seringkali berujar, “Jadilah anak pintar, nak!”, “Jadilah juara kelas, nak!”, “Jadilah juara olimpiade, nak!”. 

Jangan pernah anggap sepele perkara ini. Setiap anak boleh dimotivasi untuk menjadi anak pintar, juara kelas, lulus masuk universitas terbaik. Namun, persoalannya terletak pada cara meraih itu semua. Sudah benarkah cara yang dilakukan anak-anak kita untuk menjadi juara olimpiade, juara kelas, dan meraih prestasi hebat lainnya? Jangan sepelekan persoalan ini, karena akan berakibat fatal bagi masa depan anak-anak kita.   

Tanpa disadari, proses pembunuhan karakter (character assassination) pada diri anak telah dimulai sejak dini. Jika orang tuanya koruptor, apa yang akan terjadi pada diri anaknya? Setiap hari anaknya diberi asupan makanan dari hasil korupsi. Tak jarang pandangan dan perilaku curang yang dicontohkan orang tuanya bisa membentuk perilaku serupa pada diri anak. 

Keluarga, tempat pertama dan utama pendidikan anak. Sadarilah. Anak akan selalu jadi korban proses pembunuhan karakter orang tuanya. Bersikap baiklah wahai para orang tua.

Kisah pembunuhan karakter pada diri anak, berlanjut di lingkungan sekolah. Mari kita cermati bersama, berapa banyak kasus yang mengangkat cerita tentang kasus tawuran pelajar, mencontek, kebocoran soal pada gelaran Ujian Nasional, dan cerita lainnya yang jauh dari kesan "mendidik". 

Guru pandai mengajar tapi tak pandai mendidik, celaka dua belas. Kuasai ilmunya lalu sampaikan, syarat cukup menjadi guru pengajar. Tapi untuk menjadi pendidik, guru harus sadar dirinya adalah suri tauladan. Perbaiki dirinya terlebih dahulu, lalu didik anak-anaknya untuk berperilaku baik. Ingat, guru hebat bukan karena nilai Bahasa Inggris, ilmu Matematika, ilmu Fisika-nya cumlaude, melainkan: (1) Bisakah ia bakar semangat murid-muridnya untuk lebih giat belajar? (2) Bisakah ia sadarkan tanggung jawab muridnya akan apa yang harus mereka lakukan? 

Menjadi baik di antara yang bodoh itu mudah. Namun, menjadi baik di antara yang rusak, jihad. Di Indonesia, kisah heroik seorang guru yang setia berperilaku baik memang jadi lakon yang selalu menarik untuk dicermati. 

Gaji guru yang tak memadai, disadari atau tidak, telah memberi andil besar terjadinya kecurangan-kecurangan yang terjadi di sekolah. Mencontek dan memberi bocoran jawaban kepada siswa merupakan hal yang lumrah. Hari gini jadi guru jujur, pikir-pikir dulu. Jika zaman penjajahan dulu kita bisa bilang, "Revolusi Harga Mati". Sekarang, kita tak bisa hindari orang ungkap, "Korupsi Harga Nego". Gambaran sebuah perjuangan yang teramat berat melawan sistem yang korup.

Lisna mengingatkan kita, berperilaku jujur adalah pilihan. Andai Lisna berani mengingatkan gurunya untuk tak berlaku curang, ini pelajaran teramat berharga bagi dunia pendidikan kita. Jika gurunya membentak dan tidak menerima nasihat Lisna, memang sosok guru  seperti ini layak "ditendang" dan dijauhkan dari lingkungan sekolah. Namun, jika guru Lisna menyadari kekeliruannya, meminta maaf, dan bertobat, siapa yang bisa petik hikmah dari peristiwa ini? 

Banyak orang "merasa pintar", berapa banyak orang yang "pintar memaknai"? Apakah Anda bisa memaknai kisah Lisna, Anak Jujur Sejati? Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya kejujuran membimbing ke arah sesuatu kebaikan, dan kebaikan itu membimbing(nya) ke surga. Seseorang lelaki yang bersikap jujur, sehingga ia berada di sisi Allah sebagai orang yang jujur dan benar. Sedangkan dusta membimbing kepada kejahatan. Lalu kejahatan itu menyeret ke neraka. Seseorang lelaki yang biasa berdusta, maka akan berada di sisi Allah dan kelak sebagai orang pendusta” (HR. Bukhari & Muslim).

Renungan Seorang Guru


Kisah-kisah heroik guru sudah banyak diangkat ke dalam sebuah berita. Bahkan ada beberapa diantaranya yang diangkat ke layar lebar seperti dalam film Negeri Lima Menara. Penderitaan dan dedikasi guru memang tiada tara. Namun, itu dulu. Sekarang kondisi guru sudah mengalami banyak perubahan. Guru sudah banyak yang memiliki gadget keren bahkan tak jarang sebagian diantara mereka yang memiliki mobil keluaran terbaru.

Kondisi demikian patut kita syukuri karena ada perubahan kesejahteraan. Mudah-mudahan perbaikan kesejahteraan guru bisa merata di seluruh Indonesia. Namun, dibalik itu semua saya justru menyimpan kekhawatiran. Karena, sebab itulah jurusan keguruan beberapa tahun belakangan menjadi jurusan yang cukup difavoritkan. Bukan berarti saya tidak senang dengan hal seperti itu. Tapi saya khawatir justru bertambahnya minat pada jurusan keguruan lebih disebabkan kondisi guru yang saat ini mengalami perbaikan. Saya khawatir adik-adik mahasiswa hanya sekedar ingin mengejar sertifikasi.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Karena saat ini sertifikasi masih carut marut. Satu sisi guru ingin menerima tunjangan tetapi tidak mau di uji. Disisi lain mungkin ada benarnya jika pemerintah niatnya ingin memperbaiki kesejahteraan guru seharusnya tidak perlu menguji guru kembali. Toh setiap lulusan jurusan keguran sudah dilengkapi dengan akta empat.

Lalu bagaimana jaminannya bila guru tersebut sudah mendapatkan insentif namun tidak mengalami perbaikan keterampilan mengajar dan peningkatan pengetahuan? Inilah yang seharusnya di rumuskan bersama dan dicarikan jalan tengah bersama pemerintah, para guru dan para ahli pendidikan. Agar permasalahan tidak berlarut-larut sehingga melupakan esensi yang sebenarnya yaitu mengingkatkan kualitas pendidikan.

Maka, sebagai seorang guru sudah sepantasnyalah untuk menyadari kekeliruan dan kelemahan jika memang masih merasa kurang. Guru adalah murid juga. Murid dalam kehidupan. Maka guru harus selalu belajar terus-menerus dan berkesinambungan sehingga bisa memberikan pencerahan, pengajaran kreatif, dan masukan-masukan yang lebih baik kepada siswa dari generasi ke generasi. Perubahan yang dinamis harus disiapkan dengan kemampuan yang disesuaikan. Tidak bisa seorang guru berhenti di tempat.

Oleh karena itu saya berdoa dan berharap agar para guru mau belajar terus menerus, tidak merasa dipaksa dan harus berdasarkan kesadaran diri sendiri, dan bukan karena motivasi insentif sertifikasi.

Semoga para guru diberikan kesehatan, rezeki yang bermanfaat dan pengetahuan yang bermanfaat agar bisa terus menerus mengajar dan mengajar hingga akhir hayat.
Selamat hari guru para guru honorer dan para guru yang mengajar di perbatasan. Kalian adalah pahlawan kami sesungguhnya.
Salam Hangat

Selasa, 27 November 2012

KEJAMNNYA DUNIA BAGI JONO YANG MASIH KENCUR (Renungan)

Jono, seorang bocah pinggiran kota yang rela melepas "dunianya" untuk membantu orangtua. Setiap hari jono membantu mengankut dan menjemur batubata. ya…pekerjaan orangtua jono hanyalah pengrajin batubata kecil.anak sekecil jono terpaksa mengerjakan pekerjaan orang dewasa, tidak disuruh…tapi ia tak tega melihat ayahnya bekerja sendirian. jono selalu terlihat riang ketika membantu ayah. tapi, kita tidak tahu apakah jono benar2 periang, ataukah jono menyembunyikan rasa sedihnya agar ayah dan ibu tidak ikut sedih…

Jono si kecil yang tak tega melihat ayahnya bekerja sendiri ikut membantu menyusun dan memindahkan bata. mirisnya, pekerjaan ini tidak dilakukan di hari libur, jono ternyata tak bersekolah. orangtua jono tak sanggup membiayai jono agar tetap duduk di bangku sekolah. 

Jono terpaksa membantu orang tuanya di saat teman sebaya nya mengenyam pendidikan di sekolah. disaat teman sebayanya bercanda bersenang2 menikmati masa kanak2. pemerintah semestinya harus lebih tanggap dengan masalah2 seperti ini. 

Sungguh Sangat Malang:




wah pantang menyerah,angkut trus!!! 



jono bantuin ya pak?





walau panas jono tetep semangat



istirahat sambil main apa adanya!kasian

Perjuangan Hidup Anak Sekolah (Kisah Nyata)


Pagi ini, 26 November 2012 sekitar jam 06.00 WIB, saya keluar rumah bersama Risma,anak ku. Setiap pagi, aku mengantar anak ku ke sebuah Sekolah SDN di Tamanan, Kota Pasuruan.

Begitu jam menunjukkan pukul 06.15 WIB, langsung aku berangkat menuju ke Pandaan tempat kerjaku. Sama hal nya setiap hari ku lalui jalur yang sama.  Setibanya di Swadesi Bangil, aku melihat seorang anak yang melambaikan tangannya dengan tujuan agar orang orang yang lewat mau memberikan bantuan berupa tumpangan.

Sesaat perhatian ku tertuju kepada si anak. Entah karena apa, tiba tiba aku menurunkan kecepatan kendaraan ku, sebuah sepeda motor Honda Supra X. Tanpa aku tanya terlebih dahulu, si anak langsung menanyakan tujuanku  : “Pak, numpang ke Pasar ya Pak…?” (dengan logat Jawa nya yang sangat kental). Secara spontan, aku pun menjawab : “Ayo naik”. Begitu si anak naik, aku berkata : “Awas jatuh lo…!”.

Sesaat setelah naik ke sepeda motor, kami pun terlibat dialog singkat dimana aku bertanya, dia menjawab :
Aku   : “Kenapa gak sekolah ?”
Anak  : “Masuk siang Pak” (red : jam 13.00 siang).
Aku   : “Dimana sekolah mu ?”
Anak  : “Di SMP ......... Pak”
Aku   : “Kelas berapa ??”
Anak  : “Kelas Satu Pak”
Aku   : “Ngapain ke pasar ??”
Anak  : “Kerja Pak, angkat angkat barang Pak”

Seketika itu juga aku tersentak kaget dan berpikir dalam hati. Wah, gila benar. Kejam juga dunia ini ya ? Anak sekecil itu harus bekerja di pasar untuk mengangkat angkat barang, untuk membantu orang tuanya mencari uang. Sekilas teringat saya akan lagunya Iwan Fals : ‘Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu, demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu….’

Tak lama berselang, sampailah kami di depan Pasar BAngil. Langsung aku bertanya kepada si anak : “Di sini ya ??”. Dia pun kembali menjawab dengan logat Jawa yang khas: “Iya Pak, terima kasih ya Pak”. Saya jawab : “OK, hati-hati ya…!”.

Setelah anak tersebut turun, aku pun kembali memacu  sepeda motor menuju kantor …..Sekarang sampailah aku di kantor.


“Dalam hidup, kita perlu melihat ke atas, untuk membakar semangat kita mencapai yang terbaik. Dan melihat ke bawah, untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan atas apa yang sudah dianugerahkanNya kepada kita untuk kita nikmati”